Lewati ke konten utama

Dua Unit Rumah Warga Terbakar di Kampung Netar Sentani Timur, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.48 WIT3 menit baca34 dibaca
Rumah warga yang terbakar si Kampung Netar, Sentani Timur
Rumah warga yang terbakar si Kampung Netar, Sentani TimurFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Dua unit rumah warga di Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, ludes terbakar pada Selasa (4/8) dini hari. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting arus listrik dari salah satu rumah warga.

Personel Polsek Sentani Timur bergerak cepat menangani peristiwa tersebut dengan melakukan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kapolsek Sentani Timur Iptu Zeth Paundanan mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

"Sesaat setelah menerima laporan, personel piket Polsek Sentani Timur langsung menuju lokasi menggunakan kendaraan patroli untuk melakukan TPTKP," katanya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati dua unit rumah sedang dilalap api. Bersama petugas pemadam kebakaran dan warga setempat, personel kepolisian langsung mengamankan lokasi serta membantu proses pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain.

"Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Warga juga bahu-membahu melakukan penyiraman hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.45 WIT. Setelah proses pendinginan selesai, personel kepolisian memasang garis polisi (police line) untuk mengamankan lokasi sebagai bagian dari proses penyelidikan," ujarnya.

Iptu Zeth menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, rumah pertama merupakan milik YW (48), sedangkan rumah kedua milik EW (35). Kedua rumah mengalami kerusakan berat beserta barang-barang berharga di dalamnya, seperti perabot rumah tangga, kulkas, televisi, mesin cuci, kompor, serta berbagai dokumen penting yang hangus terbakar.

Berdasarkan keterangan saksi sekaligus korban, api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas plafon rumah pertama saat keluarga hendak beristirahat.

Menyadari adanya kobaran api, penghuni rumah segera menyelamatkan diri, berupaya menyelamatkan sebagian barang, dan meminta bantuan warga sekitar. Namun karena keterbatasan peralatan serta sumber air, api dengan cepat membesar dan menghanguskan kedua rumah yang sebagian besar berbahan kayu.

"Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Kobaran api cepat meluas karena mayoritas konstruksi bangunan menggunakan material kayu yang mudah terbakar. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil olah TKP oleh Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Jayapura," ungkapnya.

Pihak kepolisian telah melakukan pendataan terhadap korban dan saksi, mengamankan lokasi kejadian, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis Polres Jayapura untuk proses olah TKP lanjutan.

Koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah kampung dan instansi terkait guna mendata kebutuhan bantuan bagi warga terdampak.

Kapolsek Sentani Timur mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi maupun penggunaan listrik. Warga juga diminta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran. (hsb)