Lewati ke konten utama

Keuskupan Timika : Bentuk Tim Independen Usut Penembakan Intan Jaya

fajar PapuaPenulis
21.33 WIT5 menit baca11 dibaca
Marthinus Kuayo, Pr
Marthinus Kuayo, PrFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

"Darinya diperoleh keterangan bahwa Rubinus Tigau memang aktif dalam aksi KKSB selama kurang lebih satu tahun terakhir," kata Suriastawa.

Disebutkan, atas permintaan pihak keluarga, korban tewas langsung dimakamkan di tempat. Tim Gabungan TNI Polri membantu menggali kubur. Saat pemakaman, katanya, pihak keluarga mengakui korban selama ini memang aktif dalam aksi KKB.

"Pasca kejadian di Hitadipa, ada kecenderungan korban dari pihak KKB selalu dikaitkan dengan tokoh agama. Di luar kasus Hitadipa, terdapat tiga kasus yang oleh KKB dikaitkan dengan tokoh agama," ujarnya.

Aparat TNI-Polri juga mempersoalkan masifnya intimidasi KKB untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora sambil berkumpul di rumah-rumah ibadah.

"Ini sangat disayangkan karena membawa-bawa sentimen agama untuk kepentingan aksinya. Jangan bermain-main dengan SARA," kata Suriastawa.

Suriastawa menyebut TNI-Polri sangat menghormati tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di mana pun, termasuk di Papua.

"Tidak ada keuntungan berseberangan dengan tokoh-tokoh ini, apalagi membunuhnya. Justru TNI-Polri sangat membutuhkan kerja sama para tokoh ini karena dengan pengaruhnya yang sangat besar kepada masyarakat, dan seharusnya dapat menjadi contoh teladan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam kepatuhannya pada hukum Indonesia," kata Suriastawa.(ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.