Lewati ke konten utama

Usai Doa Bersama, KNPB Mimika Gelar Orasi Tolak Penambahan Militer di Papua, Situasi Berlangsung Aman

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
14.03 WIT2 menit baca304 dibaca
Ketua KNPB Mimika, Yanto Arwekiom, saat menyampaikan orasi dalam aksi di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8).
Ketua KNPB Mimika, Yanto Arwekiom, saat menyampaikan orasi dalam aksi di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika menggelar doa bersama yang dilanjutkan dengan orasi singkat di Bundaran Petrosea Timika, Senin (3/8). Aksi yang dipimpin Ketua KNPB Mimika, Yanto Arwekiom, itu mengangkat aspirasi penolakan terhadap penambahan personel militer di Tanah Papua.

Dalam orasinya, Yanto mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi terkait situasi kemanusiaan di Papua yang, menurutnya, dipengaruhi oleh meningkatnya kehadiran aparat keamanan.

Ia meminta Presiden Republik Indonesia mencari solusi agar masyarakat Papua dapat hidup damai, aman, dan sejahtera di tanahnya sendiri tanpa penambahan kekuatan militer yang dinilai berpotensi memicu pertumpahan darah.

"Aksi hari ini kami bicara soal kemanusiaan. Jangan ada korban lagi yang berjatuhan di atas tanah ini. Kami harap Presiden menanggapi persoalan ini terkait kekuatan militer yang berlebihan," katanya.

Usai menyampaikan orasi, massa KNPB membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Hendri A. Korwa, mengatakan aksi tersebut pada dasarnya tidak memiliki izin. Namun, berdasarkan petunjuk pimpinan dan melihat situasi di lapangan yang tetap kondusif, massa diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi karena tidak melakukan long march dan berlangsung tertib.

"Terkait aksi ini memang tidak diizinkan. Awalnya kami sudah meminta massa untuk membubarkan diri, tetapi sesuai petunjuk pimpinan, karena mereka tidak melakukan long march dan situasi di lapangan kondusif, maka diberikan waktu untuk menyampaikan aspirasi. Hal ini juga sudah kami laporkan kepada Kapolres," ungkapnya.

Hendri menambahkan, situasi kamtibmas selama pelaksanaan aksi hingga selesai tetap aman dan terkendali. "Situasi keamanan hingga aksi selesai aman dan terkendali, bukan hanya di lokasi aksi, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Mimika," ujarnya. (ron)