Jayapura, fajarpapua.com — Penerbangan Lion Air rute Jayapura–Manokwari pada Selasa (7/4) terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk di Bandara tujuan, yakni di Manokwari, Papua Barat.
Pesawat yang sedianya dijadwalkan berangkat pada pukul 10.55 WIT dari Bandara Internasional Sentani mengalami keterlambatan panjang sebelum akhirnya diputuskan tidak diberangkatkan.
Hal ini disampaikan oleh Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sentani, Citra Mahesa Nusantara.
“Penerbangan Lion Air tujuan Manokwari mengalami delay karena cuaca buruk di bandara tujuan. Pesawat seharusnya terbang siang tadi,” ujarnya.
Citra menjelaskan, pihak bandara belum menerima data manifest penumpang karena pesawat belum diberangkatkan. Data tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan maskapai.
“Kami dari pihak bandara baru akan mendapatkan data manifest penumpang jika pesawat sudah terbang,” katanya.
Meski terjadi pembatalan, operasional bandara tetap berjalan normal. Pihak bandara memastikan seluruh layanan kepada penumpang tetap tersedia sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari fasilitas terminal hingga kesiapan petugas.
“Pada prinsipnya, kami sebagai operator bandara tetap memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, termasuk listrik, AC, air, fasilitas x-ray, serta petugas keamanan dan kebersihan yang tetap siaga hingga penerbangan terakhir,” jelas Citra.
Ia menambahkan, meskipun jam operasional (Operating Hours) Bandara Sentani berakhir pada pukul 17.30 WIT, pihak bandara dapat memperpanjang waktu operasional apabila maskapai mengajukan permohonan perpanjangan akibat kondisi tertentu seperti cuaca atau kendala teknis.
Sementara itu, Kapolsek Kawasan Bandara Sentani, Iptu Wajedi, membenarkan pembatalan penerbangan disebabkan oleh buruknya kondisi cuaca di Manokwari, yang mengakibatkan pesawat tidak dapat melakukan pendaratan.
“Cuaca di Manokwari sangat buruk, terutama jarak pandang yang tidak memungkinkan untuk pendaratan. Sehingga pesawat tidak jadi diberangkatkan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan apabila pesawat tetap dipaksakan terbang, tidak ada kepastian bandara alternatif untuk pendaratan.
“Kalau pun terbang, alternatif landing tidak jelas, sehingga diputuskan untuk tidak diberangkatkan demi keselamatan,” tambahnya.
Rencananya, penerbangan akan kembali dijadwalkan pada Rabu (8/4) pagi, dengan catatan kondisi cuaca di Manokwari telah membaik.
General Manager Lion Air wilayah Jayapura, Agung, menyebutkan total penumpang yang terdampak pembatalan ini mencapai 184 orang.
“Penerbangan dibatalkan karena cuaca di Manokwari dari siang hingga malam tidak mendukung. Penumpang dijadwalkan akan diberangkatkan besok pagi sekitar pukul 10.00 WIT,” jelasnya.
Ia menambahkan, sesuai ketentuan, pembatalan akibat faktor cuaca tidak disertai kompensasi dari maskapai. Namun, bagi penumpang transit, pihak maskapai tetap memberikan fasilitas penginapan.
“Ada sekitar 60 penumpang transit yang kami fasilitasi untuk menginap di hotel,” katanya.
Hingga saat ini, situasi di Bandara Sentani dilaporkan aman dan kondusif. Sebagian penumpang telah kembali ke rumah masing-masing, sementara lainnya menjalani masa tunggu dengan fasilitas yang telah disediakan. (hsb)

















Komentar (0)