Timika, fajarpapua.com – Sebanyak 231 personel gabungan dari Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Brimob dikerahkan guna mengantisipasi aksi demo yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Kabupaten Mimika.
Ratusan personel tersebut terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang berlangsung di halaman Graha Eme Neme Yauware, Timika, pada Senin (3/8) pagi. Setelah apel, personel disebar ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Alfred Korwa mengatakan, pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di beberapa lokasi strategis, diantaranya Bundaran Timika Indah, Bundaran Petrosea, Perempatan Diana Mall, hingga kawasan Kantor DPRK Mimika.
Selain pengamanan statis, sejumlah personel juga disiagakan untuk melaksanakan patroli secara mobile guna memantau perkembangan situasi di sejumlah wilayah.
“Ada personel yang ditempatkan di titik-titik tertentu dan ada juga yang melaksanakan kegiatan secara mobile,” kata Kompol Alfred.
Pengawasan juga dilakukan di wilayah Gorong-gorong sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya konsentrasi massa. Polisi akan mengambil tindakan pembubaran apabila menemukan adanya kelompok masyarakat yang berkumpul di jalan dan berpotensi mengarah pada pelaksanaan aksi.
“Kalau didapati ada massa berkumpul di jalan, langsung dibubarkan agar tidak terjadi kumpul-kumpul. Karena ketika jumlah orang semakin banyak, ada peluang munculnya aksi,” ujarnya.
Menurut Alfred, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terbentuknya konsentrasi massa dalam jumlah besar yang dapat memicu kegiatan aksi di wilayah Timika.
Ia menegaskan, aparat tidak akan memberikan ruang bagi anggota KNPB untuk menghimpun massa dan melaksanakan aksi sebagaimana yang telah diantisipasi oleh pihak kepolisian.
“Intinya, kami tidak memberikan peluang kepada mereka untuk mengumpulkan massa dalam jumlah banyak,” tegasnya.
*Massa KNPB Berdoa di Pelataran Bundaran Petrosea Timika*
Sementara itu, aparat gabungan membubarkan massa KNPB yang berkumpul di kawasan Bundaran Petrosea, Timika.
Massa sebelumnya berencana menggelar mimbar bebas, menyampaikan orasi, serta melaksanakan ibadah di pinggir Bundaran Petrosea. Mereka terlihat membawa spanduk, bendera, dan atribut KNPB.
Petugas kemudian melakukan pendekatan dan meminta massa membubarkan kegiatan aksi. Aparat hanya memberikan kesempatan kepada massa untuk melaksanakan doa bersama.
Dalam kegiatan doa tersebut, massa diminta tidak menggunakan atribut maupun simbol KNPB. Hingga berita ini dipublish, massa masih melaksanakan doa bersama di pelataran Bundaran Petrosea dengan pengawalan personel kepolisian. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. (ron)










