Lewati ke konten utama

Harga Rapid Test Turun, Pelni Timika Sampaikan Apresiasi, Beban Penumpang Kian Ringan

fajar PapuaPenulis
14.48 WIT3 menit baca21 dibaca
PT Pelni
PT PelniFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Tiga kapal Pelni itu sempat vakum beroperasi selama beberapa bulan sejak pandemi COVID-19 melanda wilayah Mimika mulai akhir Maret hingga pertengahan September lalu.

Para calon penumpang selain mengantongi hasil rapid test non reaktif, juga harus menunjukan KTP saat hendak berangkat.

Persyaratan tambahan lainnya yaitu harus menunjukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Pemda di beberapa pelabuhan tujuan yang memberlakukan persyaratan itu seperti di Pelabuhan Dobo, Sorong dan Merauke.

Adapun Pelabuhan Agats Asmat hingga saat ini belum membuka kembali aktivitas pelayaran bagi kapal penumpang Pelni.

Menurut Dadang, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di Pelabuhan Pomako Timika saat ini tidak sebanyak saat tiga kapal Pelni tersebut mulai beroperasi kembali mulai pertengahan September lalu.

"Penumpang yang berangkat dan tiba sekarang ini tidak terlalu banyak karena sekarang orang bepergian betul-betul untuk kebutuhan mendesak. Yang jelas, Pelni tetap memberlakukan kebijakan pengisian penumpang maksimal 75 persen dari kapasitas kapal. Kapasitas angkut tiga kapal yang berlayar ke Pelabuhan Timika itu 1.000 orang," jelasnya.(ant/ana)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.