Lewati ke konten utama

Identitas 5 Korban Pendulang Emas yang Tewas Dibantai OPM di Korowai Yahukimo Terungkap, Koops Habema Pastikan Korban Warga Sipil

RedaksiPenulis
21.00 WIT2 menit baca165 dibaca
image
imageFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Yahukimo, fajarpapua.com – Identitas lima pendulang emas yang tewas dalam penyerangan ole kelompok bersenjata TPNPB-OPM di wilayah Korowai dan Yahukimo mulai terungkap. Data korban diketahui dari kartu identitas yang ditemukan di lokasi kejadian.

Beberapa korban diketahui berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, serta satu korban lainnya berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Adapun identitas para korban (nama diinisialkan):

* Nama: AB Alamat: Lingkungan II, RT/RW 000/000, Kelurahan/Desa Pokol, Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara

* Nama: JGS Alamat: Kampung Kumai, RT/RW 000/000, Kelurahan/Desa Kumai, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara

* Nama: BP Alamat: Jalan TVRI, RT/RW 008/000, Kelurahan/Desa Sokanggo, Kecamatan Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua

* Nama: JDM Alamat: Kampung Utaurano, RT/RW 000/000, Kelurahan/Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara

* Nama: YM Alamat: Bungalawang, RT/RW 003/000, Kelurahan/Desa Bungalawang, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, aparat memastikan para korban merupakan warga sipil yang bekerja sebagai pendulang emas, bukan anggota aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok bersenjata.

“Korban yang meninggal dunia merupakan masyarakat sipil pendulang emas. Saat ini Koops Habema bersama aparat gabungan masih melakukan proses evakuasi dan pengejaran terhadap pelaku penyerangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses evakuasi terkendala kondisi medan yang berat serta situasi keamanan di wilayah pedalaman Yahukimo yang masih rawan gangguan kelompok bersenjata.

Sebelumnya, TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut dan menyebut para korban sebagai aparat intelijen yang menyamar sebagai pendulang emas ilegal.

Namun pihak TNI menegaskan, tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan aparat keamanan akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku penyerangan.