Lewati ke konten utama

Polisi Akui Ada Pihak Provokator yang Diduga Ingin Membuat Aksi Demo KNPB Berujung Chaos

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
19.39 WIT3 menit baca147 dibaca
Aparat keamanan saat mengamankan aksi unjuk rasa KNPB.
Aparat keamanan saat mengamankan aksi unjuk rasa KNPB.Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Aksi demonstrasi yang digelar massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (3/8/2026), berakhir dalam keadaan tertib, aman, dan kondusif.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan mengatakan, hingga massa membubarkan diri, tidak ada korban jiwa maupun korban luka, baik dari kalangan peserta aksi maupun aparat gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan.

"Kegiatan aksi demonstrasi pada hari ini, puji Tuhan, semuanya berjalan aman dan lancar. Tidak ada korban dari masyarakat maupun dari pihak keamanan. Hal itu berkat upaya preventif yang dilakukan anggota kami saat pembubaran massa," kata Dionisius.

Ia menjelaskan, langkah preventif dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mencegah massa melakukan long march yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kapolres mengungkapkan, pihaknya juga menerima informasi adanya pihak-pihak yang diduga ingin memprovokasi situasi agar aksi berujung ricuh.

"Kami juga sudah mendapat informasi adanya pihak-pihak provokator yang ingin membuat suasana menjadi chaos. Karena itu kami melakukan langkah pencegahan. Namun tidak ada maksud untuk membungkam aspirasi masyarakat. Aspirasi tetap kami terima dan silakan disampaikan melalui jalur damai, bukan dengan cara-cara yang berpotensi menimbulkan hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.

Menurut Dionisius, seluruh pengamanan yang dilakukan aparat semata-mata untuk melindungi masyarakat. Ia menyebut sekitar 200 orang sempat berkumpul dalam aksi tersebut dan seluruhnya telah membubarkan diri setelah dilakukan negosiasi.

"Massa sekarang sudah bubar. Mereka sudah menyampaikan aspirasinya dan kembali setelah dilakukan negosiasi. Ternyata komunikasi yang baik memberikan hasil yang luar biasa. Intinya tidak ada korban, baik dari aparat maupun masyarakat. Semuanya diselesaikan dengan jalan damai," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, massa aksi sempat berkumpul di enam titik, yakni Jalan BTN Sosial, Kemiri, Jalan Tabita, Jalan Sosial, BTN Matoa Sentani, dan Karavan. Untuk mengamankan jalannya aksi, Polres Jayapura mengerahkan sekitar 600 personel yang didukung TNI, Brimob, Satpol PP, serta unsur pemangku kepentingan lainnya.

*Kapolres Minta Maaf, Siap Ganti HP Wartawan yang Rusak*

Pada kesempatan itu, Kapolres Jayapura juga menyampaikan permohonan maaf kepada seorang wartawan yang telepon genggamnya mengalami kerusakan saat meliput proses pembubaran massa.

Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat situasi di lapangan ketika anggota melakukan pembubaran massa dan bukan merupakan tindakan yang disengaja.

"Saya sebagai Kapolres Jayapura memohon maaf atas kejadian yang dialami rekan wartawan saat meliput hingga HP-nya pecah. Itu terjadi karena situasi di lapangan," katanya.

Ia menegaskan, tidak ada niat dari anggota untuk menghalangi kerja jurnalistik ataupun membatasi peliputan media.

"Tidak ada sama sekali niat kami melarang wartawan, apalagi merusak HP-nya. Media adalah mitra kami dalam menjaga situasi tetap kondusif. Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan wartawan yang bersangkutan," ujarnya.

Kapolres memastikan akan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut dengan mengganti telepon genggam milik wartawan.

"Saya bertanggung jawab. HP yang layarnya pecah akan saya ganti. Sudah saya sampaikan kepada yang bersangkutan. Tidak ada niat dari anggota kami untuk merusak ataupun membungkam media," tandasnya.(hsb)